Kue Puthu

Kue-kue Tradisional Indonesia banyak sekali jenis dan macamnya. Karena kebudayaan yang berbeda-beda dan daerah yang berbeda juga. Ini termasuk kue Tradisional yang banyak pedagang keliling jual yaitu kue Putu, Kue ini merupakan makanan Nusantara yang berisikan gula jawa dan parutan kelapa, tepung beras butiran kasar, garam, dan daun pandan.

Pembuatan kue ini hanya perlu dikukus dengan cara diletakan di dalam tabung bambu yang sedikit dipadatkan, lalu dijual pada saat matahari terbenam sampai larut malam. Dengan suara Khas yang ditimbulkan dari  uap yang keluar dari alat suitan, sekalian sebagai alat promosi untuk pedagang yang berjualan. Warna dari kue Putu ini biasanya putih dan hijau, karena ada 1 bahan yang berbeda yaitu pewarna hijau, untuk kue putu yang berwarna putih itu tidak digunakan pewarna hijau, sedangkan kalau kue Putu yang hijau itu dipakaikan pewarna hijau (pandan).

Kue putu ini merupakan Kue Khas Jawa yang sebetulnya bisa dijumpai di China Silk Museum. Kue Putu ini sudah ada sejak 1200 tahun yang lalu, dimasa Dinasti Ming. Dalam Naskah disebutkan bahwa Ki Bayi Panurta, meminta santrinya menyediakan hidangan pagi sebagai makanan pendamping (Dessert) berupa serabi dan Puthu. Karena Kue Putu sangat Identik sebagai santapan dipagi hari, saat dimasa Dinasti Ming.

Untuk sekarang, Kue Putu ini sudah merambah ke Negara lain seperti Singapura dan Malaysia, Walaupun nama dan bentuk dari kue ini sedikit berbeda, namun rasanya masih sama dengan Kue Putu Tradisional di Indonesia.

Leave a Comment

    rails
    ruby